Batam or Semarang
Batam or Semarang ?
Tentang batam atau
semarang aku masih belum bisa menentukannya untuk saat ini. Yang pasti aku
ingin belajar sunnah diantara kedua kota itu, entah pada akhirnya aku harus
memilih kembali ke semarang atau bertahan di batam. Banyak orang yang menanyakan
tentang ini, supervisorku yang super duper perhatiannya, sahabat-sahabatku
batam yang super sayangnya sama aku, bahkan diriku sendiri juga bertanya. Lhoh?
Kok bisa diri sendiri juga bertanya? Entahlah.
Ada banyak hal yang
membuatku ingin meninggalkan batam, termasuk orangtuaku, teman-temanku, dan
banyak hal yang selalu aku rindukan dari kota tempat tinggalku. Pernah terbesit
dalam otakku untuk tidak kembali ke kota semarang, loh kenapa? Aku tidak
menemukan sesuatu yang membuatku lebih berarti disana. Ketika aku bisa meng-upgrade
diriku lebih banyak di sini. Pernah juga terpikir jika aku kembali ke semarang
aku takut jika aku tidak bisa move on dari masalaluku. Tapi apakah itu alasan bodoh?
Pada kenyataannya aku sudah move on dari masalaluku. Terkadang jika aku jenuh
menghadapi orang yang tidak sepola pikir denganku di batam, disitu rasanya aku
ingin kembali ke jawa saat itu juga. Tapi lagi lagi aku memiliki alasan untukku
bertahan disini. Hutang ibuku yang begitu banyak hingga membuat kepalaku dan
kepala bapakku pusing. Rasanya aku ingin di batam saja, jika aku ingat akan hal
itu. Kenapa harus memiliki hutang sebanyak itu? Jika memang karena alasan menguliahkanku,
kenapa dulu tidak memilih untuk tidak menguliahkanku saja. Kadang aku merasa
lelah dengan diriku sendiri. Bahkan sampai detik ini aku belum tahu apa yang
sebenarnya aku inginkan. Kadang aku ingin menabung untuk pesta pernikahanku sendiri,
kadang aku berpikir untuk bisa melunasi hutang piutang bapak ibuku. Kadang aku
merasa ingin jalan jalan sesukaku kemanapun yang ku mau.
Jujur pernah
terpikirkan untukku bisa tinggal disini, di Batam saja. Aku mudah belajar
sunnah dan manhaj salaf. Aku tidak ada yang menentang. Aku memiliki hidupku
sepenuhnya, aku memiliki jalan yang ingin aku tuju sepenuhnya, dan pasti aku
tidak tertekan melakukan segala hal yang aku inginkan. Andai dirumah aku bisa
melakuka apa saja yang aku inginkan tanpa ditanyai “ kenapa kok tidak mau
tahlilan lagi? Kenapa kok sekarang pakaiannya seperti ini ? kenapa kok bla bla bla
bla … “. Di batam orang belajar sunnah banyak temannya, kajian juga dekat dekat
tempatnya, mau pakai pakaian yang syari juga Alhamdulillah banyak temannya
juga. Batam menurutku kota yang sangat nyaman sih, untukku menuntut ilmu agama.
Di seamarang itu NU nya masih sangat kental. Banyak hal yang menurutku tidak
sejalan dengan pemikiran otakku. Seperti sedekah bumi. Bukankah sedekah itu
sudah ada golongan golongannya mana yang patut kita beri sedekah? Bukankah semuanya
sudah jelas dalam Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Salallahualaihiwassalam ? ini
bumi di sedekahi. Menurutku itu bagian dari syirik sih, dan sayangnya bapakku
sendiri malah kadang menjadi bagian dari kepanitiannya, sedih aku tu kalo tahu
kayak gini. Mencoba menegur? Sudah. Tapi ya kalian tahu sendirilah, orang tua
kayak gimana kalau ditegur anaknya.
Jadi menurut kalian aku
mending tinggal di batam atau di semarang nih?
Jujur aku sendiri
pengen tinggal di batam, supaya aku tidak terlalu berdebat dengan kedua
orangtuaku sendiri mengenai manhaj. Terus sebenernya juga aku menunggu
kepastian dari seseorang yang tinggal di batam. Karena jujur saja, orang
tersebut sudah aku beri signal tapi dia kayaknya receivernya lemah sekali, jadi
seolah olah aku tertolak. Atau memang sebenarnya aku ditolak ? entahlah. Kadang
rasanya aku berkali kali ingin memastikan hal ini lagi padanya jika memang
membuatku bertanya Tanya terus seperti ini. Kalau memang dia tidak mau
menerimaku, ya mungkin aku akan kembali ke semarang. Nyari kerja di semarang,
nyari calon di semarang dan nikah di semarang. Tapi jujur sebenernya aku masih
nungguin orang batam ini loh, cuman sumpah dia tu nggak peka banget. Sebel sendiri
tauk aku tu. Terus kalo missal aku kembali ke semarang nih, aku mungkin bakalan
kerja di sebuah pabrik obat, namanya phapros, doakan saja aku ketrima disana
ketika aku daftar kerja nanti. Dan jujur juga sebenernya aku pengen ikut
jobfair polines, cuman takutnya nanti kalo sistemnya rekrutan lagi nanti aku
takutnya bakalan diikat kontrak lagi, sedangkan aku sendiri ingin cepet nikah,
hehehe. Sebenernya abangnya yang di batam ini umurnya sudah siap buat nikah
loh, dia kelahiran 1991, dan aku 1996. Cuman dia tuh katanya masih mau nabung
lagi dan butuh ngumpulin uang 50juta buat modal nikahnya. Banyak banget kan? Kapan
coba dia mau nikah ? dan kalo missal dia bisa ngasih keputusan aku kan kita
sebenernya bisa tuh nabung setengah setengah dan nikah tahun depan di bulan
April. Cuman dia tidak memberiku kepastian hingga saat ini, makanya kan aku nya
sendiri juga bingung mau nentuin kepastian buat milih batam atau semarang
sendiri tuh masih fifty fifty.
Aku juga ada kepikiran
juga buat ngajuin proposal nikah ke hang fm, salah satu tempat dimana aku bisa
belajar sunnah. Cuman lagi lagi aku masih milih buat nungguin dia yang belum
jelas itu guys. Duuhh kasihan sekali lah diriku ini, diambang ketidakpastian. Wkwk
:D Oktober nanti kontrakku habis. Dan hingga saat ini aku belum bisa memberi
jawaban managerku aku mau balik semarang atau bertahan di batam. Kalau pun missal
aku dibatam, aku sendirian guys, soalnya shinta bakalan balik jawa, karena dia
dah mau nikah, sedih aku tuh kalo aku kawan yang dah mau nikah, tapi akunya
sendiri calon aja elum jelas, yakan ? huhuhu.
Doakan ya guys, semoga
dia segera memberi kepastian untukku, jujur kalo saat ini aku menentukan
pilihanku untuk bisa bertahan di batam. Apa alasannya? Karena aku mudah belajar
sunnah disini, dan orang sini kan cuek cuek, jadinya enak. Hihihi. Baru itu aja
sih alasanku bertahan di batam, yang lainnya belum ada. Wkwk :D
Dah dulu ya guys, udh
jam 06.02 WIB nih, bentar lagi aku mau mandi dan siap siap ke kantor. Oh ya,
soal salad yang kemarin aku kasih ke dia, hingga saat ini dia tidak ada
menghubungiku apakah saladnya enak atau tidak, apakah dimakannya atau tidak. Tak
ada 1 pun chat dari dia yang masuk padaku. Entah itu bukti penolakannya atau
memang dia tipe orang yang tidak bakalan ngechat kalau bukan aku duluan yang
chat. Entahlah entahlah entahlah. Sudah yaaa, assalamualaikum guys
Batam, 4 April 2019
Komentar
Posting Komentar